Materi Kimia ™ | Kelas X | BAB 1 | Ikatan Kimia
Posted by Unknown
Posted on 22.14
with No comments
Ikatan Kimia
Agar dapat memahami ikatan kimia, Anda harus mampu membandingkan
proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi, dan
ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang
terbentuk.
Materi Pelajaran Kimia Kelas X, Semester 1. Oleh : Gianto,SPd
Atom memiliki kecenderungan untuk mencapai kestabilan dengan cara berikatan dengan atom lain. Elektron yang berperan pada pembentukan ikatan kimia adalah elektron valensi dari suatu atom/unsur yang terlibat. Salah satu petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya golongan unsur yang stabil yaitu golongan VIIIA atau golongan 18 (gas mulia). Oleh sebab itu dalam pembentukan ikatan kimia, atom-atom akan membentuk konfigurasi elektron seperti pada unsur gas mulia.
Unsur gas mulia mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) kecuali Helium 2 (duplet), seperti terlihat pada table di bawah ini.
Kecenderungan unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnya
sama seperti gas mulia terdekat dikenal dengan istilah Aturan Oktet.
Untuk mengilustrasikan ikatan kimia dapat dilakukan dengan menuliskan
rumus Lewis dan rumus ikatan.
Ikatan kimia dibedakan menjadi 4 yaitu :
Ikatan kovalen terdiri dari :

Untuk bahan belajar, silahkan download materi ikatan kimia dari 3 buah buku BSE berikut ini :
Untuk menghadapi tes atau ulangan harian tentang ikatan kimia, silahkan download soal-soal berikut ini sebagai latihan.
Materi Pelajaran Kimia Kelas X, Semester 1. Oleh : Gianto,SPd
Atom memiliki kecenderungan untuk mencapai kestabilan dengan cara berikatan dengan atom lain. Elektron yang berperan pada pembentukan ikatan kimia adalah elektron valensi dari suatu atom/unsur yang terlibat. Salah satu petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya golongan unsur yang stabil yaitu golongan VIIIA atau golongan 18 (gas mulia). Oleh sebab itu dalam pembentukan ikatan kimia, atom-atom akan membentuk konfigurasi elektron seperti pada unsur gas mulia.
Unsur gas mulia mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) kecuali Helium 2 (duplet), seperti terlihat pada table di bawah ini.
| Periode | Unsur | Nomor Atom | K | L | M | N | O | P |
| 1 | He | 2 | 2 | |||||
| 2 | Ne | 10 | 2 | 8 | ||||
| 3 | Ar | 18 | 2 | 8 | 8 | |||
| 4 | Kr | 36 | 2 | 8 | 18 | 8 | ||
| 5 | Xe | 54 | 2 | 8 | 18 | 18 | 8 | |
| 6 | Rn | 86 | 2 | 8 | 18 | 32 | 18 | 8 |
Ikatan kimia dibedakan menjadi 4 yaitu :
Ikatan kovalen terdiri dari :
- Ikatan kovalen tunggal
- Ikatan kovalen rangkap dua
- Ikatan kovalen rangkap tiga
- Ikatan kovalen polar
- Ikatan kovalen non polar
Untuk bahan belajar, silahkan download materi ikatan kimia dari 3 buah buku BSE berikut ini :
Untuk menghadapi tes atau ulangan harian tentang ikatan kimia, silahkan download soal-soal berikut ini sebagai latihan.
- Latihan soal ikatan kimia (PDF) > download
© LIFE IS STUDY
Sifat Koligatif Larutan
Posted by Unknown
Posted on 22.10
with 1 comment
KENAIKAN TITIK DIDIH
Pendidihan terjadi karena panas meningkatkan gerakan atau energi kinetik, dari molekul yang menyebabkan cairan berada
pada titik di mana cairan itu menguap, tidak peduli berada di permukaan teratas atau di bagian terdalam cairan tersebut
Titik didih cairan berhubungan dengan tekanan uap. Bagaimana hubungannya? Coba perhatikan penjelasan berikut ini.
Apabila sebuah larutan mempunyai tekanan uap yang tinggi pada suhu tertentu, maka molekul-molekul yang berada dalamlarutan tersebut mudah untuk melepaskan diri dari permukaan larutan. Atau dapat dikatakan pada suhu yang sama sebuah larutan mempunyai tekanan uap yang rendah, maka molekulmolekul dalam larutan tersebut tidak dapat dengan mudah melepaskan diri dari larutan. Jadi larutan dengan tekanan uap yang lebih tinggi pada suhu tertentu akan memiliki titik didih
yang lebih rendah. Cairan akan mendidih ketika tekanan uapnya menjadi sama dengan tekanan udara luar. Titik didih cairan pada tekanan udara760 mmHg disebut titik didih standar atau titik didih normal. Jadi yang dimaksud dengan titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap jenuh cairan itu sama dengan tekanan udara luar (tekanan pada permukaan cairan). Telah dijelaskan di depan bahwa tekanan uap larutan lebihrendah dari tekanan uap pelarutnya. Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarutsehingga kecepatan penguapan berkurang. Hubungan antara tekanan uap jenuh dan suhu air dalam larutan berair ditunjukkan pada Gambar 1.
VGaris mendidih air digambarkan oleh garis CD, sedangkan garis mendidih larutan digambarkan oleh garis BG. Titik didih larutan dinyatakan dengan Tb1, dan titik didih pelarut dinyatakan dengan Tb0. Larutan mendidih pada tekanan 1 atm. Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa titik didih larutan (titik G) lebih tinggi dari pada titik didih air (titik D).
Selisih titik didih larutan dengan titik didih pelarut disebut kenaikan titik didih ( ΔTb ).
ΔTb = titik didih larutan – titik didih pelarut)
Menurut hukum Raoult, besarnya kenaikan titik didih larutan sebanding dengan hasil kali dari molalitas larutan (m) dengan kenaikan titik didih molal (Kb). Oleh karena itu, kenaikan titik didih dapat dirumuskan seperti berikut.
ΔTb = Kb ⋅ m
Keterangan:
b ΔT = kenaikan titik didih molal
Kb = tetapan kenaikan titik didih molal
m = molalitas larutan
Contoh
Natrium hidroksida 1,6 gram dilarutkan dalam 500 gram air. Hitung titik didih larutan tersebut! (Kb air = 0,52 °Cm-1, Ar Na =23, Ar O = 16, Ar H = 1)
Penyelesaian:
Diketahui : m = 1,6 gram p = 500 gram Kb = 0,52 °Cm-1
Ditanya : Tb …?
Jawab : ΔTb = m⋅ Kb
= m x 1.000 Kb NaOH
Mr p
×
= 0,04 × 2 × 0,52 °C
= 0,0416 °C
Td = 100 °C + b ΔT
= 100 °C + 0,0416 °C
= 100,0416 °C
Jadi, titik didih larutan NaOH adalah 100,0416 °C.
PERNURUNAN TITIK BEKU(ΛTf)
Penurunan titik beku pada konsepnya sama dengan kenaikan titik didih. Larutan mempunyai titik beku yang lebih rendah
dibandingkan dengan pelarut murni.
Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan dinamakan penurunan titik beku larutan ( ΔTf = freezing point).
ΔTf = Titik beku pelarut – titik beku larutan
Menurut hukum Raoult penurunan titik beku larutan dirumuskan seperti berikut.
ΔTf = m ⋅ Kf
Keterangan:
f ΔT = penurunan titik beku, m = molalitas larutan, Kf = tetapan penurunan titik beku molal
Soal -soaL Latihan Penurunan Titik Beku (°C)
1. Untuk menaikkan titik didih 250 mL air menjadi 100,1 °C ditambahkan gula. Jika tekanan
udara luar 1 atm (Kb = 0,5°Cm-1), hitung jumlah zat gula yang harus ditambahkan.
2. Larutan urea 0,1 molal dalam air mendidih pada suhu 100,05 °C. Pada volume yang sama,
larutan glukosa 0,1 molal dan sukrosa 0,3 molal dicampurkan. Hitung titik didih campuran
tersebut!
3. Campuran sebanyak 12,42 gram terdiri dari glukosa dan sukrosa dilarutkan dalam 100 gr
air. Campuran tersebut mendidih pada suhu 100,312 °C (Kb air = 0,52 °Cm-1). Tentukan massa
masing-masing zat dalam campuran jika tekanan udara pada saat itu 1 atm!
4. Hitung titik beku suatu larutan yang mengandung 1,19 gram CHI3 (Mr CHI3 = 119) yang
dilarutkan dalam 50 gram benzena dengan Kf benzena = 4,9!
5. Dalam 900 gram air terlarut 30 gram suatu zat X (Mr = 40). Larutan ini membeku pada suhu
-5,56 °C. Berapa gram zat X harus dilarutkan ke dalam 1,2 kilogram air agar diperoleh
larutan dengan penurunan titik beku yang sama?
TEKANAN OSMOSIS
Adakalanya seorang pasien di rumah sakit harus diberi cairan infus. Sebenarnya apakah cairan infus tersebut? Larutan yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien melalui pembuluh darah haruslah memiliki tekanan yang sama dengan tekanan sel-sel darah. Apabila tekanan cairan infus lebih tinggi maka cairan infus akan keluar dari sel darah. Prinsip kerja infus ini pada dasarnya adalah tekanan osmotik. Tekanan di sini adalah tekanan yang harus diberikan pada suatu larutan untuk mencegah masuknya molekul-molekul solut melalui membran yang semipermiabel dari pelarut murni ke larutan.
Sebenarnya apakah osmosis itu? Cairan murni atau larutan encer akan bergerak menembus membran atau rintangan untuk
mencapai larutan yang lebih pekat. Inilah yang dinamakan osmosis. Membran atau rintangan ini disebut membran
semipermiabel.
Tekanan osmotik termasuk dalam sifat-sifat koligatif karena besarnya hanya tergantung pada jumlah partikel zat terlarut.
J.H. Vant Hoff menemukan hubungan antara tekanan osmotik larutan-larutan encer dengan persamaan gas ideal, yang
dituliskan seperti berikut:
π V = nRT
Keterangan: π = tekanan osmotik, V = volume larutan (L), n = jumlah mol zat terlarut, R = tetapan gas (0,082 L atm mol-1K-1)T = suhu mutlak (K)
Persamaan dapat juga dituliskan seperti berikut.
π = n RT
V
Ingat bahwa n/V merupakan kemolaran larutan (M), sehingga persamaan dapat diubah menjadi π = MRT
Contoh Seorang pasien memerlukan larutan infus glukosa. Bilakemolaran cairan tersebut 0,3 molar pada suhu tubuh 37 °C,
tentukan tekanan osmotiknya! (R = 0,082 L atm mol-1K-1)
Penyelesaian:
Diketahui : M = 0,3 mol L–1
T = 37 °C + 273 = 310 K
R = 0,082 L atm mol-1K-1
Ditanya : π …?
Jawab : π = 0,3 mol L-1 × 0,082 L atm mol-1K-1 × 310 K
= 7,626 L
SIFAT KOLIGATIF LARUTAN ELEKTROLIT
Tahukah kamu bahwa larutan terdiri dari larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang
dapat menghantarkan arus listrik. Sifat koligatif larutan nonelektrolit telah kita pelajari di depan, bagaimana dengan sifat
koligatif dari larutan elektrolit?Larutan elektrolit memiliki sifat koligatif yang lebih besar daripada nonelektrolit.
, bahwa penurunan titik beku NaCl lebih besar daripada glukosa. Perbandingan harga sifat koligatif larutan elektrolit dengan larutan nonelektrolit dinamakan dengan faktor Van’t Hoff dan dilambangkan dengan i.
sehingga untuk larutan elektrolit berlaku rumus:
- ΔP = XA ×P ×i
- ΔTb = K ×m× i
- f ΔTf = K ×m× i
- π = M× R×T × i
n= jumlah ion, α = derajat ionisasi
Contoh soal;
Pada suhu 37 °C ke dalam air dilarutkan 1,71 gram Ba(OH)2 Sehingga volume 100 mL (Mr Ba(OH)2 = 171). Hitung besar
tekanan osmotiknya! (R = 0,082 L atm mol-1K-1)
Penyelesaian:
Diketahui : m = 1,71 gram
V = 100 mL = 0,1 L
Mr Ba(OH)2 = 171
R = 0,082 L atm mol-1K-1
T = 37 °C = 310 K
Ditanya : π …?
Jawab : Ba(OH)2 merupakan elektrolit.
Ba(OH)2 → Ba2+ + 2 OH¯, n = 3
mol Ba(OH)2 = gram/Mr
=1,71 gram
171
= 0,01 mol
M =n/V =0,01 mol/0,1 L = 0,1 mol ⋅ L-1
π = M × R × T × i
= 0,1 mol L-1 × 0,082 L atm mol-1K-1
× 310 K × (1 + (3 – 1)1) = 7,626 atm
Sifat Fisika Dan Kimia
Posted by Unknown
Posted on 21.56
with No comments
Semua zat memiliki sifat yang dapat kita gunakan untuk mengidentifikasi mereka. Sebagai contoh kita dapat idenify seseorang dengan wajah mereka, suara mereka, tinggi, jari sidik jari, DNA dll. Semakin dari properti yang kita dapat mengidentifikasi, semakin baik kita tahu orang itu. Dalam beberapa cara yang sama memiliki sifat – dan ada banyak dari mereka. Ada dua tipe dasar properti yang kita dapat mengaitkan dengan materi. Sifat ini disebut sifat fisik dan sifat kimia:
1. Sifat Fisika
Sifat fisika merupakan sifat materi yang dapat dilihat secara langsung dengan indra. Sifat fisika antara lain wujud zat, warna, bau, titik leleh, titik didih, massa jenis, kekerasan, kelarutan, kekeruhan, dan kekentalan.
Sifat Fisik: Sifat yang tidak mengubah sifat kimia materi
Contoh dari sifat fisik adalah: warna, bau, titik beku, titik didih, titik lebur, spektrum infra-merah, daya tarik (paramagnetik) atau tolakan (diamagnetic) untuk magnet, opacity, viskositas dan densitas. Ada lebih banyak contoh. Perhatikan bahwa masing-masing mengukur properti tidak akan mengubah sifat dasar dari substansi.
2. Sifat kimia umumnya merujuk pada sifat suatu materi pada kondisi ambien atau sekitar, yaitu pada suhu kamar, tekanan atmosfer, dan atmosfer beroksigen). Sifat ini terutama timbul pada reaksi kimia dan hanya dapat diamati dengan mengubah identitas kimiawi suatu zat. Sifat kimia dapat digunakan untuk menyusun klasifikasi kimia.
Sifat kimia biasanya digunakan untuk menyatakan, antara lain:
a. elektronegativitas
b. potensial ionisasi
c. jenis ikatan kimia yang dibentuk, antara lain logam, ion, dan kovalen.
Sifat kimia: Properti yang mengubah sifat kimia materi tha
Contoh sifat kimia adalah: panas pembakaran, reaktivitas dengan air, PH, dan gaya gerak listrik.
Sifat yang lebih kita bisa mengidentifikasi untuk substansi, semakin baik kita tahu sifat zat itu. Properti ini dapat membantu kita model substansi dan dengan demikian memahami bagaimana zat ini akan berperilaku dalam berbagai kondisi.
Contoh Laporan Kimia
Posted by Unknown
Posted on 21.46
with No comments
Air adalah zat atau materi atau
unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini
di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir
71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun (330 juta mil3) tersedia di bumi.
Penempatan
air sebagian besar terdapat di laut atau air asin dan pada lapisan-lapisan es
(di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan,
hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air dan lautan es. Air dalam
obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air yaitu melalui
penguapan, hujan dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata iar, muara sungai) menuju laut.
Air yang bersih sangat penting bagi kehidupan
manusia dan alam sekitar. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan
persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat
pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Eropa dan
Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air
merupakan satu-satunya zat secara alami terdapat di peremukaan bumi dalam
ketiga wujudnya tersebut.
Sumber
air yang menjadi salah satu obyek dari penelitian yaitu sumber air di Gunung
Ungaran.
Gunung
Ungaran merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung
Ungaran mempunyai ketinggian 2.050 m. Gunung Ungaran mempunyai kawasan hutan
Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous
atau hutan gunung. Di lereng gunung Ungaran terdapat situs arkeologi berupa
Candi Gedongsonggo. Selain peninggalan arkeologi terdapat pula beberapa curug
(air terjun) diantaranya : curug semirang dan curug lawe. Juga terdapat gua,
yang terkenal gua jepang. Gua ini terletak 200 m sebelum puncak, tepatnya di
sekitar perkampungan promasan (perkampungan para pemetik teh).
Gunung
Ungaran terletak di sebelah Selatan – Barat Daya kota Semarang dengan jarak
sekitar 40 km, tepatnya berada di Kabupaten Semarang. Gunung Ungaran termasuk
gunung berapi tyepe strato. Gunung lain terdiri dari tiga buah gunung yakni
gunung Gendol, gunung Botak, dan gunung Ungaran. Puncak tertinggi Gunung
Ungaran memiliki ketinggian 2.050 mdpl. Untuk menuju puncak Gunung Ungaran ini
dibutuhkan waktu sekitar 5 jam dari candi Gegung Songo, atau sekitar 8 jam dari
Jimbaran.
Gunung
ini sangat istimewa yakni adanya panas bumi di sisi selatan dan sisi utara
gunung, juga di kaki gunung di sebelah timur. Panas tertinggi di Gegung Songo
dengan uap panas dan kolam bersuhu 86ºC juga sumber mata air panas. Disebelah
Gunung Ungaran terdapat beberapa sumber air panas dengan suhu berkisar 48ºC dan
53ºC. Air panas terdapat di sebelah timur gunung memiliki suhu yang hangat
bertkisar 42ºC.
Panas
yang dihasilkan disekitar Gegung Songo ini berhubungan dengan aktifitas termuda
gunung berapi yang terjadi pada Gunung Ungaran, yakni sejak adanya aliran lahar
andesive di kawah di sebelah utara. Tidak ada catatan mengenai sejarah letusan
Gunung Ungaran. Beberap kali aktifitas letusan pernah terjadi di tengah-tengah
gunung dekat puncak Gunung Ungaran, sehingga membentuk gunung berapi.
Dikawasan
cagar budaya di sekitar Candi Gedung Songo yang bersuhu rata-rata 19ºCsampai
27ºC ini ternyata memilki bio energy terbaik di Asia. Bioenergi di kawasan ini bahkan lebih baik dari yang berada di
pegunungan Tibet. Setelah kita menghirup kemajuan dan meningkatkan kualitas
hidup.
Banyak
mata air dengan kepulan asap yang berbau menyengat. Konon, air ini penuh tuah.
Terutama untuk menyembuhkan penyakit kulit yang diderita seseorang.
1.2.
Tujuan dan Manfaat penelitian
Tujuan
penelitian adalah untuk mengatahui kondisi air berdasarkan sifat fisika, kimia
dan mikrobologi pada air yang telah ditentukan dan untuk mengetahui syarat –
syarat air minum yang layak untuk dikonsumsi.
Hasil
penelitian ini akan memperkaya pemahaman tentang air yang sesuai dengan
lingkungannya. Aplikasi hasil penelitian ini adalah kondisi air yang berkaitan
dengan sifat fisika, kimia dan mikrobologi dalam air. Diharapkan dalam dalam
penelitian tiga hal tersebut dapat memperoleh data yang maksimal.
II. METODE
PENELITIAN
2.1. Materi
Materi penelitian adalah air sumber belerang
Gedung Songo yang berasal dari pegunungan yang berasal dari dataran tinggi,
kompleks museum Ronggowarsito, dan air dari SMA Negeri 3 Klaten. Sebelum
digunakan untuk penelitian air di masukan dalam botol kaca dengan suhu ruangan
antara 27º-28º C.
2.2. Metode Penelitian
Metode untuk menetukan sifat kimia,
fisika, dan mikrobiologi adalah dengan menentukan warna, bau, rasa, suhu,
tingkat kekeruhan dan pH ( tingkat keasaman ). Pada tahap pertama dilakukan
pengambilan sampel air di lingkungan Gedung Songo, kompleks museum Ronggowarsito,
dan air dari SMA Negeri 3 Klaten. Pada tahap kedua yaitu di lakukan pengujian
pH ( tingkat keasaman ) air.
Tahap
Pertama
Pada
tahap pertama yaitu pengambilan sample air di lingkungan Gedung Songo seperti air
sumur penduduk Candi Gedung Songo, sungai Gedung Songo, sumber belerang,
pemandian belerang, air di kompleks museum Ronggowarsito, dan air dari SMA
Negeri 3 Klaten. Dan di lakukan pengujian tentang warna, bau, rasa, suhu, dan
tingkat kekeruhan. Dan pengujian pada air di lingkungan Gedung Songo di lakukan
secara langsung di lingkungan Gedung Songo.
Tahap
Kedua
Pada
tahap kedua di lakukan pengujian pH ( tingkat keasaman ) air pada air di
lingkungan Candi Gedung Songo, kompleks museum Ronggowarsito, dan air SMA
Negeri 3 Klaten, dengan mengunakan kertas lakmus. Pengujian pH ( tingkat
keasaman ) dengan cara memasukkan kertas lakmus selama 2 menit sdalam setiap
air yang telah ditentukan.
Analisis Data
Data
yang diperoleh berupa keadaan air yang lingkungannya berbeda, menyebabkan
adanya perbedaan kandungan airnya.
III.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sifat kimia dan fisika pada air yang berasal dari
dataran tinggi dan dataran randah berbeda (tabel).
Sifat
kimia, fisika air dari gunung Ungaran, kompleks museum Ronggowarsito, dan air SMA
Negeri 3 Klaten berbeda.
No
|
Obyek
Yang Diamati
|
Sifat
Kimia dan Fisika Air
|
||||
Bau
|
pH
|
Rasa
|
Tingkat
Kekeruhan
|
Warna
|
||
1.
|
Sumur Penduduk Gedung Songo
|
Belerang
|
-
|
Asin
|
Jernih
|
Bening
|
2.
|
Sungai Gedung Songo
|
Belerang
|
Asam
|
Agak asin
|
Jernih
|
Bening
|
3.
|
Sumber Belerang
|
Belerang
|
Asam
|
Asin
|
Belerang
|
Abu-abu
|
4.
|
Pemandian Belerang
|
Belerang tidak menyengat
|
Asam
|
Asin
|
Belerang
|
Bening
|
5.
|
Kompleks Museum Ronggowarsito
|
Tidak berbau
|
Basa
|
Hambar
|
Jernih
|
Bening
|
6.
|
air SMA Negeri 3 Klaten
|
Tidak berbau
|
Asam
|
Hambar
|
Jernih
|
Bening
|
Data
dalam tabel
menunjukkan bahwa air dari sumur dataran tinggi berbeda dengan air dari dataran
rendah berbeda. Dan menunjukkan syarat-syarat air yang layak dikonsumsi yaitu :
Hasil
penelitian bahwa air yang layak untuk dikonsumsi yaitu air berasal dari
kompleks museum Ronggowarsito, dan air SMA Negeri 3 Klaten.
Air
bersih adalah salah satu jenis sumber daya air yang
bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk konsumsi atau dalam
melakukan aktifiitas mereka sehari-hari termasuk diantaranya adalah sanitasi.
Sesuai
syarat-syarat air yang layak dikonsumsi yaitu tidak terkandung logam berat
(Arsenic Cadmin, Chromium, Lead, Mercury) yang bersifat karsinogenik, kemudian
tidak tercemar oleh bakteri yang merupakan bagian dari caliform dapat
menyebabkan penyakit Gastroentritis (Guideline for Quality Drinking, Water
Quality 2nd edition vol 1 WHO 1993), residu bahan sanitasi
Peroxycanetic Acid (PAA) yang dapat mengakibatkan iritasi kulit dan mata,
menggangu saluran pernafasan (MSDS) bahan kimia digunakan. Apabila jumlah
koloni total bakteri umum diatas 100.00 dapat menggangu kesehatan (
Microbiology in the bottled water industry by Frances Mat Guire, UEA, Norwich).
Bakteri yang dapat menggangu kesehatan yaitu Ctnophita (algae biru hijau) yang
dapat menghasilkan toxin penyebab alergi, Cyptosporodium dan Giardialamblia
yang dapat menyebabkan infeksi perncernaan dan kulit (Guideline For Quality Drinking,
Water Quality 2nd edition vol 1 WHO 1993). Adanya coliform yang
merupakan indicator adanya pencemaran tinja yang keberadaannya berpotensi untuk
penyebaran penyakit cholera, disentri atau gastroentertitis (WHO 1996
Guidelines For Drinking Water Quality). Dalam fisika pasir atau partikel 1/32
tidak boleh ada dalam makanan minuman ( HTM Retail and Food Service Opertation
HACCP TQM Technical Guideline). Partikel ini berasal dari sumber.
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
Keadaan
air yang berasal dari dataran tinggi lebih tinggi kandungan belerangnya
disbanding air yang berasal dari dataran rendah.
Air
yang diambil dari sumber belerang akan berubah kandungannya setelah beberapa
hari. Dan air yang baik untuk dikonsumsi yaitu air yang tidak mengadung
belerang.
4.2.
Saran
Untuk memperoleh data yang akurat penelitian pengujian
air langsung diuji secara langsung di tempat, agar kandungan air tidak berubah.Cabang Ilmu Kimia
Posted by Unknown
Posted on 05.54
with No comments
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Cabang ilmu kimia
Kimia umumnya dibagi menjadi beberapa bidang utama. Terdapat pula
beberapa cabang antar-bidang dan cabang-cabang yang lebih khusus dalam
kimia.Lima Cabang Utama:
- Kimia analitik adalah analisis cuplikan bahan untuk memperoleh pemahaman tentang susunan kimia dan strukturnya. Kimia analitik melibatkan metode eksperimen standar dalam kimia. Metode-metode ini dapat digunakan dalam semua subdisiplin lain dari kimia, kecuali untuk kimia teori murni.
- Biokimia mempelajari senyawa kimia, reaksi kimia, dan interaksi kimia yang terjadi dalam organisme hidup. Biokimia dan kimia organik berhubungan sangat erat, seperti dalam kimia medisinal atau neurokimia. Biokimia juga berhubungan dengan biologi molekular, fisiologi, dan genetika.
- Kimia anorganik mengkaji sifat-sifat dan reaksi senyawa anorganik. Perbedaan antara bidang organik dan anorganik tidaklah mutlak dan banyak terdapat tumpang tindih, khususnya dalam bidang kimia organologam.
- Kimia organik mengkaji struktur, sifat, komposisi, mekanisme, dan reaksi senyawa organik. Suatu senyawa organik didefinisikan sebagai segala senyawa yang berdasarkan rantai karbon.
- Kimia fisik mengkaji dasar fisik sistem dan proses kimia, khususnya energitika dan dinamika sistem dan proses tersebut. Bidang-bidang penting dalam kajian ini di antaranya termodinamika kimia, kinetika kimia, elektrokimia, mekanika statistika, dan spektroskopi. Kimia fisik memiliki banyak tumpang tindih dengan fisika molekular. Kimia fisik melibatkan penggunaan kalkulus untuk menurunkan persamaan, dan biasanya berhubungan dengan kimia kuantum serta kimia teori.
- Kimia Material menyangkut bagaimana menyiapkan, mengkarakterisasi, dan memahami cara kerja suatu bahan dengan kegunaan praktis.
- Kimia teori adalah studi kimia melalui penjabaran teori dasar (biasanya dalam matematika atau fisika). Secara spesifik, penerapan mekanika kuantum dalam kimia disebut kimia kuantum. Sejak akhir Perang Dunia II, perkembangan komputer telah memfasilitasi pengembangan sistematik kimia komputasi, yang merupakan seni pengembangan dan penerapan program komputer untuk menyelesaikan permasalahan kimia. Kimia teori memiliki banyak tumpang tindih (secara teori dan eksperimen) dengan fisika benda kondensi dan fisika molekular.
- Kimia nuklir mengkaji bagaimana partikel subatom bergabung dan membentuk inti. Transmutasi modern adalah bagian terbesar dari kimia nuklir dan tabel nuklida merupakan hasil sekaligus perangkat untuk bidang ini.
- Kimia Organik Bahan Alam mempelajari senyawa organik yang disintesis secara alami oleh alam, khususnya makhluk hidup.
© Copyright Wikipedia
Sejarah Ilmu Kimia
Posted by Unknown
Posted on 05.44
with No comments
Kimia (dari bahasa Arab: كيمياء, transliterasi: kimiya = perubahan benda/zat atau bahasa Yunani: χημεία, transliterasi: khemeia) adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul
serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk
membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari
pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antaratom dan ikatan kimia
.
Kimia sering disebut sebagai "ilmu pusat" karena menghubungkan berbagai ilmu lain, seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika, dan geologi [1]. Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul.
Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama termodinamika. Kimia tradisional melibatkan interaksi antara zat kimia dalam reaksi kimia, yang mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain. Kadang reaksi ini digerakkan oleh pertimbangan entalpi, seperti ketika dua zat berentalpi tinggi seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk air, zat dengan entalpi lebih rendah. Reaksi kimia dapat difasilitasi dengan suatu katalis, yang umumnya merupakan zat kimia lain yang terlibat dalam media reaksi tapi tidak dikonsumsi (contohnya adalah asam sulfat yang mengkatalisasi elektrolisis air) atau fenomena immaterial (seperti radiasi elektromagnet dalam reaksi fotokimia). Kimia tradisional juga menangani analisis zat kimia, baik di dalam maupun di luar suatu reaksi, seperti dalam spektroskopi.
Semua materi normal terdiri dari atom atau komponen-komponen subatom yang membentuk atom; proton, elektron, dan neutron. Atom dapat dikombinasikan untuk menghasilkan bentuk materi yang lebih kompleks seperti ion, molekul, atau kristal. Struktur dunia yang kita jalani sehari-hari dan sifat materi yang berinteraksi dengan kita ditentukan oleh sifat zat-zat kimia dan interaksi antar mereka. Baja lebih keras dari besi karena atom-atomnya terikat dalam struktur kristal yang lebih kaku. Kayu terbakar atau mengalami oksidasi cepat karena ia dapat bereaksi secara spontan dengan oksigen pada suatu reaksi kimia jika berada di atas suatu suhu tertentu.
Zat cenderung diklasifikasikan berdasarkan energi, fase, atau komposisi kimianya. Materi dapat digolongkan dalam 4 fase, urutan dari yang memiliki energi paling rendah adalah padat, cair, gas, dan plasma. Dari keempat jenis fase ini, fase plasma hanya dapat ditemui di luar angkasa yang berupa bintang, karena kebutuhan energinya yang teramat besar. Zat padat memiliki struktur tetap pada suhu kamar yang dapat melawan gravitasi atau gaya lemah lain yang mencoba mengubahnya. Zat cair memiliki ikatan yang terbatas, tanpa struktur, dan akan mengalir bersama gravitasi. Gas tidak memiliki ikatan dan bertindak sebagai partikel bebas. Sementara itu, plasma hanya terdiri dari ion-ion yang bergerak bebas; pasokan energi yang berlebih mencegah ion-ion ini bersatu menjadi partikel unsur. Satu cara untuk membedakan ketiga fase pertama adalah dengan volume dan bentuknya: kasarnya, zat padat memeliki volume dan bentuk yang tetap, zat cair memiliki volume tetap tapi tanpa bentuk yang tetap, sedangkan gas tidak memiliki baik volume ataupun bentuk yang tetap.
Air (H2O) berbentuk cairan dalam suhu kamar karena molekul-molekulnya terikat oleh gaya antarmolekul yang disebut ikatan Hidrogen. Di sisi lain, hidrogen sulfida (H2S) berbentuk gas pada suhu kamar dan tekanan standar, karena molekul-molekulnya terikat dengan interaksi dwikutub (dipole) yang lebih lemah. Ikatan hidrogen pada air memiliki cukup energi untuk mempertahankan molekul air untuk tidak terpisah satu sama lain, tapi tidak untuk mengalir, yang menjadikannya berwujud cairan dalam suhu antara 0 °C sampai 100 °C pada permukaan laut. Menurunkan suhu atau energi lebih lanjut mengizinkan organisasi bentuk yang lebih erat, menghasilkan suatu zat padat, dan melepaskan energi. Peningkatan energi akan mencairkan es walaupun suhu tidak akan berubah sampai semua es cair. Peningkatan suhu air pada gilirannya akan menyebabkannya mendidih (lihat panas penguapan) sewaktu terdapat cukup energi untuk mengatasi gaya tarik antarmolekul dan selanjutnya memungkinkan molekul untuk bergerak menjauhi satu sama lain.
Ilmuwan yang mempelajari kimia sering disebut kimiawan. Sebagian besar kimiawan melakukan spesialisasi dalam satu atau lebih subdisiplin. Kimia yang diajarkan pada sekolah menengah sering disebut "kimia umum" dan ditujukan sebagai pengantar terhadap banyak konsep-konsep dasar dan untuk memberikan pelajar alat untuk melanjutkan ke subjek lanjutannya. Banyak konsep yang dipresentasikan pada tingkat ini sering dianggap tak lengkap dan tidak akurat secara teknis. Walaupun demikian, hal tersebut merupakan alat yang luar biasa. Kimiawan secara reguler menggunakan alat dan penjelasan yang sederhana dan elegan ini dalam karya mereka, karena terbukti mampu secara akurat membuat model reaktivitas kimia yang sangat bervariasi.
Ilmu kimia secara sejarah merupakan pengembangan baru, tapi ilmu ini berakar pada alkimia yang telah dipraktikkan selama berabad-abad di seluruh dunia.
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah kimia
Akar ilmu kimia dapat dilacak hingga fenomena pembakaran. Api
merupakan kekuatan mistik yang mengubah suatu zat menjadi zat lain dan
karenanya merupakan perhatian utama umat manusia. Adalah api yang
menuntun manusia pada penemuan besi dan gelas. Setelah emas
ditemukan dan menjadi logam berharga, banyak orang yang tertarik
menemukan metode yang dapat mengubah zat lain menjadi emas. Hal ini
menciptakan suatu protosains yang disebut Alkimia. Alkimia dipraktikkan oleh banyak kebudayaan sepanjang sejarah dan sering mengandung campuran filsafat, mistisisme, dan protosains.
Alkimiawan menemukan banyak proses kimia yang menuntun pada pengembangan kimia modern. Seiring berjalannya sejarah, alkimiawan-alkimiawan terkemuka (terutama Abu Musa Jabir bin Hayyan dan Paracelsus) mengembangkan alkimia menjauh dari filsafat dan mistisisme dan mengembangkan pendekatan yang lebih sistematik dan ilmiah. Alkimiawan pertama yang dianggap menerapkan metode ilmiah terhadap alkimia dan membedakan kimia dan alkimia adalah Robert Boyle (1627–1691). Walaupun demikian, kimia seperti yang kita ketahui sekarang diciptakan oleh Antoine Lavoisier dengan hukum kekekalan massanya pada tahun 1783. Penemuan unsur kimia memiliki sejarah yang panjang yang mencapai puncaknya dengan diciptakannya tabel periodik unsur kimia oleh Dmitri Mendeleyev pada tahun 1869.
Penghargaan Nobel dalam Kimia yang diciptakan pada tahun 1901 memberikan gambaran bagus mengenai penemuan kimia selama 100 tahun terakhir. Pada bagian awal abad ke-20, sifat subatomik atom diungkapkan dan ilmu mekanika kuantum mulai menjelaskan sifat fisik ikatan kimia. Pada pertengahan abad ke-20, kimia telah berkembang sampai dapat memahami dan memprediksi aspek-aspek biologi yang melebar ke bidang biokimia.
Industri kimia mewakili suatu aktivitas ekonomi yang penting. Pada tahun 2004, produsen bahan kimia 50 teratas global memiliki penjualan mencapai 587 bilyun dolar AS dengan margin keuntungan 8,1% dan pengeluaran riset dan pengembangan 2,1% dari total penjualan [2].
© Copyright Wikipedia
.
Kimia sering disebut sebagai "ilmu pusat" karena menghubungkan berbagai ilmu lain, seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika, dan geologi [1]. Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul.
Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama termodinamika. Kimia tradisional melibatkan interaksi antara zat kimia dalam reaksi kimia, yang mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain. Kadang reaksi ini digerakkan oleh pertimbangan entalpi, seperti ketika dua zat berentalpi tinggi seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk air, zat dengan entalpi lebih rendah. Reaksi kimia dapat difasilitasi dengan suatu katalis, yang umumnya merupakan zat kimia lain yang terlibat dalam media reaksi tapi tidak dikonsumsi (contohnya adalah asam sulfat yang mengkatalisasi elektrolisis air) atau fenomena immaterial (seperti radiasi elektromagnet dalam reaksi fotokimia). Kimia tradisional juga menangani analisis zat kimia, baik di dalam maupun di luar suatu reaksi, seperti dalam spektroskopi.
Semua materi normal terdiri dari atom atau komponen-komponen subatom yang membentuk atom; proton, elektron, dan neutron. Atom dapat dikombinasikan untuk menghasilkan bentuk materi yang lebih kompleks seperti ion, molekul, atau kristal. Struktur dunia yang kita jalani sehari-hari dan sifat materi yang berinteraksi dengan kita ditentukan oleh sifat zat-zat kimia dan interaksi antar mereka. Baja lebih keras dari besi karena atom-atomnya terikat dalam struktur kristal yang lebih kaku. Kayu terbakar atau mengalami oksidasi cepat karena ia dapat bereaksi secara spontan dengan oksigen pada suatu reaksi kimia jika berada di atas suatu suhu tertentu.
Zat cenderung diklasifikasikan berdasarkan energi, fase, atau komposisi kimianya. Materi dapat digolongkan dalam 4 fase, urutan dari yang memiliki energi paling rendah adalah padat, cair, gas, dan plasma. Dari keempat jenis fase ini, fase plasma hanya dapat ditemui di luar angkasa yang berupa bintang, karena kebutuhan energinya yang teramat besar. Zat padat memiliki struktur tetap pada suhu kamar yang dapat melawan gravitasi atau gaya lemah lain yang mencoba mengubahnya. Zat cair memiliki ikatan yang terbatas, tanpa struktur, dan akan mengalir bersama gravitasi. Gas tidak memiliki ikatan dan bertindak sebagai partikel bebas. Sementara itu, plasma hanya terdiri dari ion-ion yang bergerak bebas; pasokan energi yang berlebih mencegah ion-ion ini bersatu menjadi partikel unsur. Satu cara untuk membedakan ketiga fase pertama adalah dengan volume dan bentuknya: kasarnya, zat padat memeliki volume dan bentuk yang tetap, zat cair memiliki volume tetap tapi tanpa bentuk yang tetap, sedangkan gas tidak memiliki baik volume ataupun bentuk yang tetap.
Air (H2O) berbentuk cairan dalam suhu kamar karena molekul-molekulnya terikat oleh gaya antarmolekul yang disebut ikatan Hidrogen. Di sisi lain, hidrogen sulfida (H2S) berbentuk gas pada suhu kamar dan tekanan standar, karena molekul-molekulnya terikat dengan interaksi dwikutub (dipole) yang lebih lemah. Ikatan hidrogen pada air memiliki cukup energi untuk mempertahankan molekul air untuk tidak terpisah satu sama lain, tapi tidak untuk mengalir, yang menjadikannya berwujud cairan dalam suhu antara 0 °C sampai 100 °C pada permukaan laut. Menurunkan suhu atau energi lebih lanjut mengizinkan organisasi bentuk yang lebih erat, menghasilkan suatu zat padat, dan melepaskan energi. Peningkatan energi akan mencairkan es walaupun suhu tidak akan berubah sampai semua es cair. Peningkatan suhu air pada gilirannya akan menyebabkannya mendidih (lihat panas penguapan) sewaktu terdapat cukup energi untuk mengatasi gaya tarik antarmolekul dan selanjutnya memungkinkan molekul untuk bergerak menjauhi satu sama lain.
Ilmuwan yang mempelajari kimia sering disebut kimiawan. Sebagian besar kimiawan melakukan spesialisasi dalam satu atau lebih subdisiplin. Kimia yang diajarkan pada sekolah menengah sering disebut "kimia umum" dan ditujukan sebagai pengantar terhadap banyak konsep-konsep dasar dan untuk memberikan pelajar alat untuk melanjutkan ke subjek lanjutannya. Banyak konsep yang dipresentasikan pada tingkat ini sering dianggap tak lengkap dan tidak akurat secara teknis. Walaupun demikian, hal tersebut merupakan alat yang luar biasa. Kimiawan secara reguler menggunakan alat dan penjelasan yang sederhana dan elegan ini dalam karya mereka, karena terbukti mampu secara akurat membuat model reaktivitas kimia yang sangat bervariasi.
Ilmu kimia secara sejarah merupakan pengembangan baru, tapi ilmu ini berakar pada alkimia yang telah dipraktikkan selama berabad-abad di seluruh dunia.
Sejarah
Robert Boyle, perintis kimia modern dengan menggunakan eksperimen terkontrol, sebagai kontras dari metode alkimia terdahulu.
Alkimiawan menemukan banyak proses kimia yang menuntun pada pengembangan kimia modern. Seiring berjalannya sejarah, alkimiawan-alkimiawan terkemuka (terutama Abu Musa Jabir bin Hayyan dan Paracelsus) mengembangkan alkimia menjauh dari filsafat dan mistisisme dan mengembangkan pendekatan yang lebih sistematik dan ilmiah. Alkimiawan pertama yang dianggap menerapkan metode ilmiah terhadap alkimia dan membedakan kimia dan alkimia adalah Robert Boyle (1627–1691). Walaupun demikian, kimia seperti yang kita ketahui sekarang diciptakan oleh Antoine Lavoisier dengan hukum kekekalan massanya pada tahun 1783. Penemuan unsur kimia memiliki sejarah yang panjang yang mencapai puncaknya dengan diciptakannya tabel periodik unsur kimia oleh Dmitri Mendeleyev pada tahun 1869.
Penghargaan Nobel dalam Kimia yang diciptakan pada tahun 1901 memberikan gambaran bagus mengenai penemuan kimia selama 100 tahun terakhir. Pada bagian awal abad ke-20, sifat subatomik atom diungkapkan dan ilmu mekanika kuantum mulai menjelaskan sifat fisik ikatan kimia. Pada pertengahan abad ke-20, kimia telah berkembang sampai dapat memahami dan memprediksi aspek-aspek biologi yang melebar ke bidang biokimia.
Industri kimia mewakili suatu aktivitas ekonomi yang penting. Pada tahun 2004, produsen bahan kimia 50 teratas global memiliki penjualan mencapai 587 bilyun dolar AS dengan margin keuntungan 8,1% dan pengeluaran riset dan pengembangan 2,1% dari total penjualan [2].
© Copyright Wikipedia






